Nurses Knowledge on Medicine Therapy in The Disease Room at RSUD of Sumedang District In 2012
Nurses Knowledge on Medicine Therapy in The Disease
Abstract
Peran perawat yang sering dilakukan dalam fungsi dependent adalah pemberian obat. Pemberian terapi
obat beresiko dan perawat perlu tahu mengenai resiko dan cara pemberiannya untuk menghindari efek samping
obat. Hasil studi pendahuluan berdasarkan hasil observasi selama 2 minggu pada bulan Maret 2012, perawat
sudah memberikan obat sesuai jadwal. Dalam memberikan obat, perawat tampak sudah terampil tetapi perawat
tidak memberikan Health Education berupa dampak, interaksi obat dengan makanan/minuman, faktor-faktor
yang mempengaruhi kerja obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pengetahuan perawat
(Conseptual Knowledge) tentang pemberian terapi obat yang sering diberikan di ruang penyakit dalam RSUD
Kabupaten Sumedang tahun 2012 berupa Antimikroba (Cephalosphorine/Cepotaxime, Ciproploxacin dan Anti
TB), Histamine Antagonis (Ranitidine, Lansoprazole) dan Non Narkotik Analgesic Antipiretik (Paracetamol).
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di
ruang penyakit dalam RSU BLUD Sumedang berjumlah 56 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan
total sampel. Alat ukur pengumpulan data berupa kuesioner. Variabel yang dibuat berasal dari soal-soal
NCLEX-RN REVIEW 2000 dan NCLEX-RN 2003-2004 EDITION. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan
Ana-Test. Hasil penelitian menunjukkan 3, 58 % memiliki pengetahuan cukup, dan 96, 42 % memiliki
pengetahuan kurang. Saran penelitian ini agar diadakannya nursing conference yang sistematis dan terjadwal
mengenai obat-obatan dan peran perawat dalam pelaksanaan pemberian obat, dan memberikan kesempatan
kepada perawat untuk mengikuti pelatihan/seminar yang berhubungan dengan pemberian obat.
Kata Kunci: pengetahuan perawat, terapi pemberian obat, antimikroba, histamine antagonis, non
narkotic analgesic antipiretik